Kabut Tebal di Pinggiran Kotamobagu, Erwin : Kita Lagi Cari Tahu Penyebabnya

Sulawesi Kini, Kotamobagu – Pemandangan tidak biasa tersaji kala menatap langit Kota Kotamobagu, khususnya jika kita berada di tengah kota dan melihat ke daerah pinggiran Kota Kotamobagu.

Terlihat kabut tebal menghiasi pinggiran Kotamobagu. Biasanya, jika dari pusat kota, masyarakat bisa melihat pegunungan yang berjejer. Namun, pemandangan itu sudah dimakan kabut tebal.

“Biasanya pegunungan di pinggiran kota masih bisa dilihat, tapi sudah beberapa minggu ini sudah terhalang kabut,” ujar Sujar, warga Kopandakan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin 12 Oktober 2026.

Sujar menambahkan, kondisi pandangan yang terhalang kabut tebal ini membuatnya khawatir.

“Jangan sampai kabut ini disebabkan oleh asap, dan sampai ke daerah pemukiman kami. Kami berharap pemerintah bisa melakukan mitigasi dan bisa menjelaskan kondisi ini,” tambah Sujar.

Sementara itu, kondisi kabut tebal yang menghiasi langit Kotamobagu ini ternyata sudah menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotamobagu, Erwin Pasambuna saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa kondisi kabut tebal ini sudah dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup RI.

“Kita sudah laporkan kondisi ini ke Kementerian Lingkungan Hidup. Hasilnya pekan depan akan disampaikan kementerian,” ungkap Erwin.

Erwin menambahkan, penyebab munculnya kabut tebal ini belum bisa dipastikan.

“Belum bisa dipastikan ini kabut karena asap kebakaran hutan. Karena dari laporan yang ada, tidak ada kejadian kebaran lahan luar biasa di sekitar Kota Kotamobagu. Kita menunggu saja hasil dari penelitian kementerian,” tambah Erwin.

Untuk diketahui, beberapa faktor utama penyebab terbentuknya kabut tebal meliputi:

  • Pendinginan radiasi (Radiation fog): Terjadi pada malam atau pagi hari yang cerah, ketika bumi melepas panas ke angkasa sehingga suhu tanah dan udara di dekatnya mendingin dengan cepat.
READ  Pimpin Gladi Pengukuhan 193 Sangadi se Bolmong, Pj Jusnan Dahulukan Berkenalan

  • Kabut adveksi (Advection fog): Terbentuk ketika udara yang hangat dan lembap bergerak melewati permukaan yang lebih dingin (seperti air laut atau daratan dingin), sehingga udara mendingin dan uap airnya mengembun.

  • Inversi suhu (Temperature inversion): Lapisan udara hangat di atas menahan udara dingin dan lembap di dekat permukaan tanah, sehingga uap air dan polusi terjebak tidak bisa naik ke atmosfer.

  • Kelembapan tinggi: Udara sudah sangat jenuh dengan uap air (mendekati 100%) dan menempel pada partikel-partikel kecil di udara seperti debu atau garam laut.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *