Resmikan Mako Zona Tengah Bakamla RI, Gubernur Yulius : Kehadiran Mako ini Sangat Strategis untuk Sulawesi Utara

Sulawesi Kini, Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, secara resmi meresmikan Gedung Baru Markas Komando (Mako) Zona Tengah Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) pada Kamis, 23 April 2026.

WhatsApp Image 2026-04-23 at 6.20.53 PM (1).jpeg

Peresmian yang dipusatkan di Gedung Utama “John Lie” ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat representasi kedaulatan negara di wilayah perairan Indonesia, khususnya di wilayah tengah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran Bakamla RI memiliki mandat vital dalam melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah yurisdiksi maritim.

“Sebagai bentuk komitmen dan dukungan penuh terhadap penguatan institusi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menghibahkan tanah seluas kurang lebih 7 hektar untuk memperkokoh eksistensi Mako Zona Tengah di Bumi Nyiur Melambai,” ungkap Gubernur.

Posisi geografis Sulawesi Utara yang strategis menjadikan wilayah ini sebagai urat nadi sekaligus beranda depan yang memerlukan tingkat kesiapsiagaan tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan laut dan mencegah tindak ilegal.

Penyematan nama pahlawan nasional asal Sulawesi Utara, John Lie, pada gedung utama ini merupakan cerminan semangat perjuangan maritim yang melegenda.

Fasilitas yang megah dan modern ini diharapkan menjadi tambahan energi bagi seluruh personel Bakamla dalam mengemban tugas, sembari melanjutkan tahap pembangunan selanjutnya sesuai perencanaan guna mewujudkan markas yang paripurna.

Gubernur menekankan bahwa keamanan laut adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan sinergitas dan hubungan harmonis antar-instansi secara berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-04-23 at 6.20.53 PM.jpeg

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP, unsur Forkopimda Sulawesi Utara, serta para pimpinan daerah dan instansi vertikal lainnya.

Prosesi dimulai dengan penekanan tombol sirine dan pembukaan tirai, yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional gedung serta peninjauan fasilitas di dalamnya. Melalui penguatan sarana ini, diharapkan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan kedaulatan bangsa dapat senantiasa terjaga.*

READ  Wujud Nyata Program Pangan, Ketua TP-PKK Sulut Resmikan GPM Jelang Nataru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *