Dikawal Tujuh Etnis di Bolmong, ADM Daftarkan 30 Bacaleg Golkar ke KPU

Sulawesi Kini, Bolmong – Ada yang menarik dan bisa dibilang berbeda dari pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) oleh DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Bolmong ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolmong, Minggu 14 Mei 2023.

Dimana, dalam pendaftaran yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD II Partai Golkar Bolmong, Aditya “Didi” Moha (ADM) tersebut mendapat pengawalan dari tujuh etnis yang ada di Kabupaten Bolmong. Mulai dari etnis Mongondow, Minahasa, Sangihe, Bali, Bugis, Jawa dan Gorontalo.

Pengawalan dan keikutsertaan etnis dan budaya dari tujuh daerah tersebut merupakan simbol bahwa, Partai Golkar Bolmong menjadi rumah bagi seluruh masyarakat di Bolmong untuk menyalurkan aspirasinya.

“Hari ini, pendaftaran DPD II Partai Golkar Bolmong mendapat pengawalan dan pendampingan dari sejumlah etnis dan pelaku budaya di Kabupaten Bolmong. Kami sangat merasa terharu, seluruh etnis, budaya, agama bisa menyatu di Partai Golkar untuk bersama-sama memenangkan Golkar, memenangkan rakyat,” tutur ADM seusai pendaftaran.

ADM juga menambahkan, ada 30 Bacaleg dari Partai Golkar Bolmong yang didaftarkan. 30 Bacaleg ini tersebar di enam Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada di Bolmong.

Ada pun target raihan kursi di DPRD yang dipatok, ADM dengan optimis menyebut menargetkan 10 kursi.

“Kita targetkan 10 kursi,” tegas ADM.

Untuk diketahui, selain dikawal oleh tujuh etnis dan pelaku budaya, pendaftaran DPD II Partai Golkar Bolmong ini turut diikuti oleh ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar Bolmong.

Ini menunjukan kesolidan dan langkah awal Partai Golkar di Bolmong akan merebut kembali kejayaan di daerah Totabuan.

Bukan tanpa alasan, kerinduan masyarakat Bolmong terhadap kepemimpinan Partai Golkar sudah teruji. Salah satunya yakni upaya perjuangan pemekaran daerah dari Kabupaten Bolmong kala itu, saat ini bertambah 3 kabupaten dan 1 Kotamadya.

READ  Pengelolaan Keuangan Pemkab Bolmong Akan Menerapkan Aplikasi FMIS

Ini tidak lepas dari tangan dingin tokoh Partai Golkar, Hj Marlina Moha Siahaan (MMS) atau akrab disapa MMS saat memimpin kala itu.

Penulis : Yadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *