DPPKB Bolmong Gulir Mini Lokakarya dan Rembuk Stunting di 15 Kecamatan

Sulawesi Kini, Bolmong – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) terus menggalakan upaya penurunan kasus stunting di wilayah Bolmong.

Langkah yang dilakukan salah satunya yakni penyelenggaraan mini lokakarya dan rembuk stunting di 15 kecamatan se Kabupaten Bolmong.

Seperti yang dilakukan di Kecamatan Dumoga pada Senin 31 Juli 2023, DPPKB Bolmong menggelar mini lokakarya program pembangunan keluarga berencana dan pembangunan keluarga KKBK, yang juga disertai dengan agenda rembuk stunting.

Kepala DPPKB Bolmong, I Ketut Kolak SSos MKes dalam pemaparannya mengatakan, tujuan kegiatan untuk mensosialisasikan keluarga yang beresiko stunting, agar tidak ada lagi lahir stunting baru.

“Kami mencegah stunting mulai dari menghindari seks bebas dan perkawinan di usia dini bagi remaja, agar tidak terjadi kehamilan dan kelahiran anak yang tidak diinginkan. Karena itu berpotensi melahirkan anak stunting. Jika anak kawin di usia dini ditambah lagi ekonomi pas-pasan maka potensi terjadinya stunting sangat besar,” kata Kolak.

Kolak menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kecamatan dan desa, menuju Bolmong bebas stunting tahun 2024.

‘Salah satu tujuannya juga untuk meningkatkan komitmen serta penguatan peran TPPS kecamatan dan desa,” pungkas Kolak.

Untuk diketahui,  Pemkab Bolmong berhasil menekan angka perkembangan kasus ini, terbukti dari 172 kasus stunting yang terdapat di 7 Kecamatan atau di 8 Puskesmas turun 50.58 persen.

Dari total 2.298 jumlah angka kelahiran di Kabupaten Bolmong pada tahun 2020 lalu, jumlah stunting berjumlah 172 kasus. 83 balita kembali dan saat ini tinggal tersisa 87 kasus atau tinggal 3,87 persen.

Pemkab Bolmong telah menetapkan daftar lokasi prioritas tahun 2021 dan 2022 meliputi, 7 kecamatan dan 19 desa.

READ  Bupati Limi jadi Inspektur Upacara di Peringatan Harhubnas ke 53

Kegiatan dihadiri oleh forkopimcam, perwakilan dari TP PKK, Tenaga Kesehatan, Tim Pendamping Keluarga dan anggota TPPS Kecamatan dan desa.

Penulis : Yadi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *